Kamis, 12 Februari 2009

MIO : Pelangi Tanda Cinta

1048mio-andika-1.jpg“Pelangi pelangi alangkah indahmu... merah kuning hijau di langit yang biru...” Ah ngaco, sudah tua masih nyanyi lagu anak kecil. Lagian, musim hujan gini yang ada malah banjir, bukan pelangi he..he..he…..

Tapi, Siswo Winoto builder from kota kelahiran Mayang Sari Puerto Rico alias Purwokerto, layak inget lagu itu. Soalnya, lagu itu jadi inspirasi proses finishing low rider orderan dari1049mio-andika-2.jpg Danny Faelany, from Cilacap. “Saya kasih sentuhan eksklusif pada finishing agar cool,” mantap bos bengkel Win's Paddock (WP) ini.

Apalagi, Danny Faelany pengin mempersembahkan modifikasi itu untuk hadiah putri semata wayangnya, Adinda Putri Wardany yang masih balita. Cucok memang alau pilih tema pelangi.

1050mio-andika-3.jpgMenurut modifikator ngetop disapa Wiwin ini lagi, permainan warna tidaklah sulit. Tinggal meramu cat dan teknik yang dipakai. Bahkan, material cat juga nggak perlu beli yang mahal. Cukup murah dan terjangkau.

Sentuhan kombinasi tampak jelas pada cover knalpot, mika lampu depan-belakang juga pelek. Semua berwarna me ji ku hi bi nyi u alias warna pelangi. Jurus yang diterapkan juga sederhana. “Cuma pakai tiga warna dasar yaitu kuning, merah dan biru yang di poles dengan teknik gradasi. Tentunya tetap harus telaten dan perlahan,” buka Wiwin yang buka gerai di Jl. Sunan Ampel, No. 4, Pabuaran, Purwokerto.

Wiwin juga coba olah karsa lewat variasi substitusi. Misal, tambahan sepatbor belakang. “Aslinya variasi motor sport. Cuma dipotong sesuai dimensi Mio,” yakin builder yang juga pakai setang trail dipadu sepatbor Mio Soul di depan.

DATA MODIFIKASI

Ban depan : Comet 100/70-14
Ban belakang : Comet 120/70-14
Sok depan : Posh
Sok belakang : YSS
Setang : Renthal
Cat : Candytone
WP : 0815-4888-6755

sumber : http://www.motorplus-online.com/

Rekayasa Klep Mio

Salah satu kendala seting balap ada pada daya tahan klep yang jadi pintu lalu lintas gas bakar. Klep yang diajak naik-turun buka-tutup jutaan kali biasanya gampang ngambek. Kalau sudah marah, pasti deh mleyot ataupun patah. Makanya, kekuatan klep jadi salah satu pertimbangan dalam seting.

Yong Mustafa, mekanik yang garap Jupiter-Z tim Ahau Motor Racing Team, memanfaatkan besarnya batang klep Yamaha Mio. “Kalau aslinya, batang klep Jupiter kan 4,5 mm. Sementara punya Mio 5 mm. Lebih besar kan lebih kuat dong. Makanya, pilih pake klep Mio. Tinggal disesuaikan diameter payungnya kan?” terang pria dari Kemayoran, Jakarta Pusat ini.1083mp5-jupiter-axl-2.jpg

Tidak sebatas itu, rekayasa pemanfaatan batang Mio perlu diikuti juga dengan perubahan sudut lubang klep. “Kan musti sesuaikan bosingnya. Nah, agar enggak nabrak, sudutnya agak direnggangin. Sehingga, jarak antar bibir klep di kepala silinder jadinya 3 mm,” paparnya.

1084mp5-jupiter-axl-3.jpgBermodal itu, ubahan kem yang dilakukan juga enggak takut membuat klep melintir. Yong pede bikin kem dengan durasi 280 derajat pada in dan out. “Liftnya enggak terlalu tinggi sekitar 8 mm, karena lobe separation angle (LSA) juga di kisaran 105 derajat,” tambah mekanik andal yang juga bikin motor drag.

Lanjut ke setingan lain, seperti pada umumnya yang dilakukan mekanik balap. Misal, menggunakan per klep Jepang yang teruji nggak gampang lembek meski digempur dengan lift yang lumayan tinggi.

Tinggal tunggu penampilan Ardan, bocah 13 tahun yang jadi jokinya. Apakah bisa bersuara di kejurnas MP5 2009 sekaligus menaikan pamor Ahau yang dikenal sebagai pemasok knalpot balap itu?

RANTAI KETENG VEGA

Satu lagi bawaan produk beda yang diaplikasi adalah rantai keteng Vega. “Selain lebih menggigit, juga lebih ringan,” terangnya. Tapi, yang pasti sih posisinya jadi pas, nggak kepanjangan karena kepala silinder sudah dipapas untuk dongkrak kompresi.

Nah, rantai keteng Vega membuat posisi pas enggak kepanjangan. “Kayaknya sih beda 2 mata, lebih pendek,” terang Yong yang aslinya mekanik balap liar itu.

JARUM SATRIA F-150

Umumnya, karburator standar di Jupiter selain direamer juga ganti skep pakai punya Tornado. “Saya juga pakai jarum skep Satria F-150 lama. Soalnya, jarum lebih lancip. Otomatis, bukaanya juga bisa lebih bagus,” alasannya.

Penggunaan jarum itu membuat doi enggak perlu main-jet yang terlalau besar. “Cukup 120. Sementara pilot-jet pakai 20. Lumayan bisa melayani kebutuhan gas bakar,” terang Yong dengan logat khasnya.

DATA MODIFIKASI

Piston : Izumi
Ring piston : NPR Jepang
Api tertinggi : 38 derajat pada 9.000 rpm
Balancer : 600 gram
Final gear : 13/43
Rasio : I = 13/33
II = 16/28
III = standar
IV = 21/23

sumber : http://www.motorplus-online.com/

Sarung Tangan : Mana Paling Nyaman?

Perlengkapan tambahan penting disiapkan saat hujan tiba. Yakni sarung tangan dan sepatu khusus hujan. Peranti inilah yang bisa melindungi tangan, kaki dan sepatu dari cipratan dan genangan air.

Mengetahui perbandingan kualitas sarung tangan, Em-Plus coba melakukan komparasi saat pembungkus tangan itu dalam keadaan basah. Membandingkan dari sisi penggunaan, proses pengeringan dan efek di tangan.

Langsung aja, yu! Model crosser selain nyaman juga tidak licin dipakai dalam kondisi basah. Kecuali, kalau ada tanah yang menyelimuti handgrip ya! He,he,he. Soal pengeringan, glove alias sarung tangan ini, juga tergolong cepat.

Sebab glove model ini terdiri dari berbagai bahan. Seperti polyester, nylon, karet dan kulit sintetis. Dengan komposisi ini, bahan pun mudah kering meski sakedar diangin-anginkan.

Untuk kulit sintetis saat dipakai hujan tidak masalah. Sedikit trouble baru dirasakan setelah hujan. Meski banyak glove, model ini mengaplikasi bahan tipis, pengeringan tergolong lama.

Em-Plus merasakan sendiri! Sarung tangan, malah sedikit mengeluarkan air setelah digenggam. Artinya, bahan sinteis menyimpan air. Ini membuat glove lama kering. Belum lagi kalau sarung tangan dilengkapi bahan berwarna.

Untuk tipe kulit, ketika dipakai berkendara saat hujan, memang tidak cepat membasahi telapak tangan. Itu karena memang bahan ini tebal.

Sayangnya ketika sarung tangan mulai basah dan air menembus kulit, tangan terasa lebih dingin. Itu karena air yang ada di dalam glove, tidak mudah memuai meski terkena angin. Jadi, pengeringannya tergolong palaing lama. Apalagi setelah kering, bahan sedikit kaku dan disertai bau kurang sedap. Apaan, tuh!

sumber : http://www.motorplus-online.com/

Sepeda Motor Listrik

Sepeda motor adalah salah satu alat transportasi yang terjangkau oleh masyarakat dan sangat efisien untuk membawa barang maupun membawa penumpang ke tempat yang cukup jauh. Sepeda motor pun bisa lebih hemat dibandingkan transportasi masal yang belum sempurna terutama bila tinggal di tempat yang kekurangan transportasi masal. Oleh sebab itu semakin banyak orang memilih membeli sepeda motor, bahkan banyak yang beralih dari naik mobil jadi jadi sepeda motor karena macet. Sepeda listrik atau sepeda motor listrik adalah salah satu alternatif alat transportasi yang murah dan tidak mengeluarkan polusi.

Menurut harian Bisnis Indonesia, data tahun 2005 untuk populasi sepeda motor yang beredar di Indonesia ada sebanyak 35 juta, mobil penumpang 8.26 juta, truk 5.41 juta, dan bus 2.72 juta.
Sedangkan data Badan Pusat Statistik tahun 2006 untuk Jakarta, jumlah kendaraan bermotor tersebut sudah mencapai 7.773.957 unit, terdiri atas mobil 1.816.702 unit, sepeda motor 5.136.619 unit, angkutan barang 503.740 unit, dan bus 316.896 unit. Jumlah sepeda motor di Jakarta bertambah 1.035 buah per hari atau hampir lima kali lipat dari pertumbuhan mobil. Heru Sutomo, koordinator Forum Keselamatan Transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) mengatakan bahwa populasi kendaraan akan meningkat dari sekitar 45 juta unit di tahun 2007, menjadi 50 juta di tahun 2008.

Bayangkan berapa banyak polusi yang dihasilkan oleh sepeda motor saja!

Sekarang ada solusi sepeda listrik maupun sepeda motor listrik yang mulai berkembang dan diproduksi lokal di Indonesia. Sepeda motor listrik hanya menggunakan aki sehingga tidak mengeluarkan polusi sama sekali. Sepeda motor listrik pun sudah bisa jalan dengan kecepatan hingga 60 km/jam sehingga untuk berkendara di dalam kota sangat cukup. Apalagi kalau cuma rumah ke kantor atau rumah ke kampus. Karena ada tenaga listrik, maka sepeda motor pun lengkap dengan lampu sein, lampu penerangan, klakson, dan lampu rem.

Detik.com menulis salah satu produsen sepeda motor listrik memberi keterangan perkiraan biaya perjalanan dengan jarak 80 km hanya Rp. 800,–. Perhitungan ini didapatkan dari pemakaian energi sebanyak 1,5 kilowatt jam (kWh) untuk menempuh jarak 80 kilometer pada jalan datar. Saat ini tarif dasar listrik untuk 1 kWh mencapai Rp 600, sehingga beban biaya listrik untuk jarak 80 kilometer itu hanya Rp 900. Sedangkan untuk menempuh jarak 80 kilometer, sepeda motor konvensional diperkirakan membutuhkan bahan bakar bensin hingga 2 liter. Dengan demikian, sepeda motor itu terbebani biaya pembelian bensin Rp 9.000 untuk jarak yang sama. Jadi bisa menghemat hingga 90%.

Hemat dan tanpa polusi!