
Jumat, 06 Februari 2009
Ini Dia Modifikasi Honda Revo 110 Bikinan Produsen

Kamis, 22 Januari 2009
TIPS Mencuci MOTOR
Hampir semua orang pernah mencuci sepeda motornya sendiri, namun tidak semuanya menyadari bahwa cara kita mencuci motor akan berpengaruh kepada faktor keawetan motor itu sendiri. Terlepas dari apakah kita mencuci motor sendiri atau ke tempat cuci motor, maka tetap kita harus perhatikan hal-hal penting dalam proses cuci motor.Ada beberapa hal penting yang perlu kita cermati jika kita akan mencuci motor :
1. Air
2. Peralatan mencuci motor.
3. Cara mencuci.
Sekarang langkah-langkahnya :
1. Air.
Air menjadi media utama dalam dalam proses mencuci motor. Perhatikan kondisi air yang digunakan, apakah terlihat keruh atau kotor? Berpasir (mengandung pasir?). Jika salah satu kriteria tadi ada pada air tersebut, maka air tersebut tidak disarankan digunakan untuk mencuci motor.
Jika air itu keruh dan kotor, (misalnya air kali, air sungai, air kolam). maka tentunya bukannya motor kita jadi makin bersih, malah kotorannya makin bertambah. Tanpa kita sadari bahwa air yang keruh juga mengandung kotoran walaupun sangat halus. Lama kelamaan kotoran akan mengendap dan akan “nimbun” dimotor kita, hal ini bisa kita lihat indikasinya pada body motor kita yang cenderung semakin lama semakin kusam dan buram.
2. Peralatan mencuci.
Dikala kita mencuci motor di tempat cuci motor, umumnya peralatannya sudah banyak yang menggunakan compressor/steam wash. Namun jika kita mencuci dirumah atau ditempat tinggal sendiri biasanya cukup dengan alat-alat lap kain halus (misalnya bekas kaos dalam)/kanebo, ember, selang air, sikat dan sabun.
Ada juga alat cuci ukuran sedang, kira-kira beratnya 12 kg, yang pernah saya tahu adalah merk dari Italy dan Korea (lupa merk-nya), bahkan ini lebih khusus untuk mencuci kendaraan roda empat, mengingat tekanan air yang dikeluarkan cukup kuat, bahkan bisa dipakai untuk membersihkan kolam renang, kamar mandi, lantai terutama untuk membersihkan kotoran dan lumut, dan juga alat ini bisa menyedot air hanya dari wadah/ember biasa tanpa disambungkan ke kran air dari toran air, tentunya akan lebih praktis dan lumayan hemat dibandingkan dengan alat yang pertama tadi.
Terlepas dari apakah kita pakai steam wash atau cukup pake ember aja, disarankan untuk menyeka air and sabun gunakan 2 tipe lap/kanebo.
Satu untuk mengelap bagian yang halus seperti body, tangki dan kaca/mika lampu dan yang kedua untuk mengelap bagian velg, ban, mesin dll.
Diusahakan pada saat mencuci jangan sampai masing-masing kanebo bertukar fungsi, ini menjaga agar bagian yang halus (Body, tangki, lampu) tidak baret-baret, karena jika kita menggunakan satu lap/kanebo maka kotoran-kotoran seperti tanah, aspal atau pasir dari ban, velg dan sektor kaki-kaki dikhawatirkan akan menempel, merusak bagian yang halus lainnya.
Sabun yang kita gunakan juga mustinya jangan sembarangan, gunakan sabun yang sesuai untuk mencuci kendaraan, jangan gunakan sabun untuk mencuci pakaian misalkan sabun colek atau Rinso, hati-hati dalam hal penggunaan minyak tanah, umumnya orang menggunakan minyak tanah untuk menghilangkan bekas aspal, oli dan kotoran yang lengket dimesin atau body.
3. Cara mencuci.
Mencuci yang baik yakni mulai dari bagian bawah ke atas, mulai dengan membasahi seluruh permukaan motor, setelah itu mulailah menggosok bagian kaki-kaki dan bagian mesin, baru setelah itu bagian body atau tangki dan lampu
Untuk proses mengeringkan, mulailah dari bagian atas turun ke bagian bawah, dengan tujuan bagian yang sudah kering tidak kena air lagi sewaktu mengelap bagian atas.
Untuk bagian ban, setelah dicuci bersih, agar lebih terlihat mengkilat bisa kita gunakan semir ban, banyak merk dipasaran mulai yang murah sampai yang mahal sekalipun, namun saya pernah juga mencoba menggunakan minuman Coca Cola sebagai pengganti semir ban motor, cukup setengah botol ukuran biasa, (sisanya boleh anda minum sehabis nyuci motor), oleskan dengan menggunakan kuas, atau kanvas besar ke bagian ban. Lumayan mengkilap bisa sampe semingguan (kalau nggak kotor kehujanan he..he).
Sumber : http://id.88db.com/id/Knowledge/
Selasa, 20 Januari 2009
Mika Lampu : Jangan Langsung Diseka Lap
Debu dan kerikil halus yang menempel di permukaan mika akan ikut terseret kain dan menimbulkan baret halus. “Kalau sudah baret, cahaya lampu bias dan membuat mata silau,” jelas Zaen Martin yang buka lapak stiker dan variasi gaul di Jl. Pakubuwono dan Petukangan, Jakarta Selatan.
Memang buat yang kurang paham, biasanya dalam keadaan kotor, mika lampu langsung diseka kain lap tanpa bantuan siraman air. Bahkan ada yang sengaja mengandalkan cairan pembersih produk instan, dengan perlakuan proses pembersihan yang sama.
Padahal cara aman untuk membersihkan mika lampu, baiknya gunakan cairan pembersih berbahan kimia ringan (gbr. 1). Bisa pakai shampo rambut, sabun bayi atau cairan pembersih khusus yang semuanya bisa dicampur air hangat untuk mempercepat proses penghancur kotoran.
Sebaliknya bila pakai cairan khusus dengan kandungan kimia keras yang kerap dipakai untuk pembersih kaca. Meski bersih, ada kemungkinan memperburuk kondisi mika. Contohnya timbul retak-retak seperti kaca helm yang sering kena terik matahari.
“Soalnya mika lampu bukan kaca seperti diterap motor sport. Kaca kan sering muncul jamur, hingga perlu dimusnahkan pakai cairan pemusnah khusus,” lanjut Zaen Martin.
Jadi, biar tetap cemerlang, saat kena kotoran jangan langsung diseka kain. Sekali lagi jangan, meski sudah didukung cairan khusus, guyur atau basahi dulu pakai air bersih. Lalu campurkan air hangat dan shampo untuk dioleskan ke mika dengan bantuan kuas halus sampai semua rata.
Setelah air shampo aktif bekerja, baru deh diguyur lagi pakai air bersih (gbr. 2). Nah, begitu tampak sudah tidak ada kotoran lagi, baru dilap pakai kain bersih untuk kembali kinclong. Ingat, usahakan pilih kain berpori-pori halus. Sebab selain tidak bikin baret, permukaan mika yang rata dan bersih tidak bikin residu gampang bersarang.
Ingat tuh.
Penulis/foto : Kris/Yudi (http://www.motorplus-online.com)
Merawat 3 Jenis Kaca Helm
Agus negesin, sejatinya banyak jenis kaca helm. “Tapi gampangnya kita bedain dari warna. Ada bening atau clear, smokey baik light atau dark alias gelap, dan pelangi atau rainbow,” urai pria yang buka toko di Jl. Cemara 9D, Cengkareng, Jakarta Barat.
Dari ketiga jenis tadi, menurut Agus masing-masing punya tingkat bahaya yang berbeda. “Kalau sudah rusak, misalnya baret, semua kaca helm berbahaya. Terutama malam hari. Karena baret di kaca helm bisa memecah pantulan sinar yang harusnya masuk merata, jadi berbalik. Kalau siang hanya membuat pandangan terhalang,” ujar pria 35 tahun itu.
Bicara levelnya, kaca helm bening baret masih paling enak. Pandangan tidak begitu terganggu. Meski buram, masih cukup jelas memandang. Tapi yang smokey, kalo udah baret atau buram, view lebih terbatas. Yang terparah jika visor pelangi baret. “Baretnya bikin lapisan atau coating kaca mengelupas. Ini yang bikin pandangan membias,” jelas warga perumahan Taman Semanan Indah, Cengkareng, Jakbar itu.
Nah, dari situ Agus memaparkan perawatan visor helm yang benar. Intinya, menurut diler eksklusif helm merek KYT dan INK itu, untuk merawat semua tipe helm dari semua merek adalah sama. “Gunakan air dan sabun. Air harus bersih. Sabunnya, kalau bisa sabun cair. Sebab sabun deterjen punya butiran kasar dan bisa merusak kaca helm. Hindari pemakaian bahan kimia, seperti alkohol. Sebab kaca helm dari polycarbonate yang akan buram jika kena alkohol,” tegas bapak dua anak ini.
Komposisi air dan sabun bebas. Dianjurkan jangan bersihin visor dalam kondisi kering. Sebab, butiran debu bisa melukai kaca yang terbuat dari polycarbonate. “Meski kaca helm udah dilapisi anti-scratch atau anti baret, dan anti-fog atau anti-kabut, tetap aja rusak jika terus digerus,” kata Agus. “Jadi jangan diusap pakai tissue, busa, apalagi kain,” lanjutnya,
Agar lebih aman, kalo mau bersihin, kaca helm dilepas. Jika sulit, cukup diguyur air keran mengalir. “Jika kotoran sudah lama, bisa pakai tissue. Tapi tissuenya dibasahi dulu. Caranya, tempelkan tissue di visor, lalu angkat setelah berberapa lama, dan ulangi sampai kerak kotoran melunak. Ingat ya…, tissue basah jangan diusap di visor,” ujar Agus.
Setelah itu, siram dengan air, dan dikeringkan pakai kain khusus pengering. So…, jangan pernah ngegampangin perawatan kaca helm.
Sumber Penulis/Foto : Aries/M. David (http://www.motorplus-online.com)


