Jumat, 22 Agustus 2008

Pertarungan para Pabrikan Motor di medan Motor Sport semakin PANAS

Pertarungan para Pabrikan Motor di medan Motor Sport semakin panas setelah dominasi Honda di kelas motor sport 4 tak berangsur-angsur mulai digerogoti oleh sport India yang fenomenal, Yamaha V-IXION yang “revolusioner” dan Suzuki Thunder 125 yang “Sport PAHE” abiss.

Tentu saja Honda tidak rela jika singasananya di kategory Sport terus digerogoti, maka dari itu celah kosong di kelas sport racing 4tak kemungkinan besar akan diisi oleh varian CBR 150 yang macho abis. Di tangan IU saja, motor ini laku keras dengan harga yang sangat tinggi, bayangkan saja AHM pasti mulai mengendus aroma keuntungan setelah melihat fenomena ini. Bukan tidak mungkin AHM kepincut ikut mengadu kekuatan dengan tambahan varian yang diidamkan banyak Biker di Tanah Air ini. Hitungan Rugi-Untung jelas terlihat didepan mata,…..so tunggu apa lagi…..!!!

Begitu CBR 150 digadang-gadangkan muncul di Tanah Air, maka kini ganti YMKI yang berkeringat dingin membayangkan V-IXION-nya kalah “altileri”. Maka sudah jelas dapat kita prediksi jika YMKI pasti menyiapkan Varian New V-IXION yang mampu menghadang ketangguhan CBR 150. New V-IXION pasti tampil lebih Racing Look, Sporty Abisss. Peningkatan Value jelas dilakukan YMKI untuk produk “remodeling” ini dan pergeseran design ke arah Sport Racing juga akan dilakukan dengan berhati-hati agar kesan Street Bike masih ada. (lihat bagan di atas) Hal ini dilakukan karena V-IXION dianggap berhasil melakukan penetrasi yang baik pada kelas Street Bike.

Sayangnya jika V-IXION di upping Value dan di geser ke arah Racing Look, maka terjadi kekosongan yang sangat besar di Touring Bike yang sebelumnya dapat ditahan oleh V-IXION standart, walaupun saat ini V-IXION jelas-jelas masih di kelas Street Bike harian, tetapi setidaknya mampu sedikit mengisi pasar Sport Touring 150 cc bagi pecinta motor Yamaha. Kalau begitu, Prediksi kita pasti menuju kepada FZ-150 yang keren abiss untuk pasar Sport Touring, sekaligus untuk mengisi celah di Daily Street Bike.

Nah masalahnya……, secara value harus di posisikan dimana? Apakah YMKI tidak “keblinger” juga dengan pasar Sport harian yang murah meriah macam Thunder 125? Toh penjualan Thunder 125 sangat manizzz di pasar ekonomis ini!!! Bayangkan jika konsumen harus menambah sedikit uang, tetapi akan mendapatkan value yang jauh lebih baik, kira-kira konsumen akan bagaimana? he..he..he…mudah ditebak bukan !!! Apalagi jika value di setting terlalu tinggi juga akan menghantam kakak seperguruannya di kelas 225cc si Scorpio Z yang bermain di Sport Touring juga !!! Khan sayang. Kemungkinan positioningnya akan di setting sedikit di bawah Mega Pro, jadi diharapkan Mega Pro akan terjungkal disodok dari bawah dengan produk Baru yang Heboh dan berpenampilan sangar ini.

Mendengar Informasi dari pihak intelejen-nya ini, AHM tidak akan tinggal diam, sebelum Mega Pro yang menjadi tulang punggung penjualan Motor Sport Honda “tumbang” digencet kiri-kanan (Motor-motor India terutama Bajaj Pulsar 180/200 dan nantinya FZ-150) maka Mega Pro harus lari bergeser menjadi New Mega Pro yang lebih berpenampilan dan berkemampuan Street Racing Look for Daily Purpose, bisa-bisa cc-nya ikut disunat; dikecilin jadi 150cc biar tetep “IRIT”!!!

Market Sport Touring yang ditinggalkan akan diisi dengan Jagoan Baru Honda yang lebih mumpuni untuk “Fight” di kelas ini, sebagai entry level sebelum Honda Tiger yang mungkin juga akan naik kelas menjadi 250 cc. Urusan Positioning, di setting untuk bergerak menjauh ke atas (value yang lebih tinggi) menjauhi FZ-150, juga untuk menekan Bajaj Pulsar 180/200 dari bawah, sehingga diharapkan Pulsar 180/200 akan terjungkal. Kira-kira dengan Value yang menempel dari bawah begini, konsumen pasti tetap memilih Brand Honda yang sangat kuat dalam pertimbangan dalam pengambilan keputusan pembelian sebuah Motor yang harganya juga lumayan Premium.

Ganti membahas Suzuki, Pabrikan ini yang sekarang harus move untuk menelorkan produk barunya juga, lihat kini sudah ada Bajaj 125cc yang persis menempel di bawahnya dengan sedikit lebih banyak mengambil market Street Bike murah meriah, tetapi tetap oke untuk urusan harian dan sekaligus Touring ringan. Pengalaman Suzuki dalam bermain di kelas Ekonomis Murah Meriah cukup manis selama ini, jadi jika Suzuki harus bermain di market Racing yang juga murah meriah, mereka akan berani. Paling tidak produk baru Suzuki ini akan di posisikan sebagai produk Sport Racing yang juga sedikit Street bike, sehingga secara value akan jauh dibawah produk Honda dan Yamaha. jatuh-jatuhnya ya Sport Racing yang murah meriah!!!

Kawasaki yang terlalu banyak bertelor di kelas Sport tahun 2008 ini mungkin akan absen dulu untuk tahun 2009. Simpan tenaga dan konsentrasi untuk strategy pemasaran dan promosi, sambil berusaha untuk memperbaiki jaringan-jaringannya.

Tahun 2009, tahun yang dinanti-nantikan para BIKERS

Merawat CAT Tetep KINCLONG

Agar Motor tetap Kinclong Sering kali kita terlena dalam merawat motor, sehingga lalai akan cat kendaraan tersebut. Apalagi motor tersebut sering diparkir di tempat yang terkena matahari langsung (terik) yang menyebabkan warna bodi motor terihat kusam. Berikut, beberapa tips untuk merawat warna cat motor Kesayangan anda :

  1. Hindari parkir di bawah terik matahari Saat memarkir motor di tempat parkir terbuka, hindari panas matahari langsung dan angin. Debu yang bercampur panas terik matahari dapat membuat rusak cat lapisan pelindung cat motor anda, sehingga warna menjadi kusam.
  2. Hindari Air Hujan (jangan terlalu sering terkena air hujan) Tingkat keasaman air hujan sangat tinggi, sehingga dapat merusak warna bodi motor anda menjadi kusam. Bahkan bagian bodi motor dari logam dapat termakan korosi. Apabila terlanjur terkena air hujan, segera cuci kendaraan anda dengan air bersih.
  3. Hindari Air garam dan Air laut berikut uapnya dapat mengakibatkan bagian bodi terkena karat dan memperpendek umur motor anda.
  4. Hindari Mencuci motor dengan sabun colek. Sabun colek mengandung zat yang punya sifat kasar yang dapat menggores cat di permukaan bodi motor. Kalau tetap memakai sabun cream, gunakan sabun dan spons lembut/lap chamois agar warna motor tetap awet.
Jangan terlalu sering menggunakan zat kimia atau cairan untuk mengkilapkan warna cat Zat tersebut akan mengikis lapisan cat bodi motor sehingga warna akan menjadi kusam dan cat menjadi pudar.

Bikin Aki Panjang Umur

Tidak hanya manusia yang senang awet muda. Aki juga begitu. Namun tidak perlu pasang gigi palsu dan banyak ketawa seperti anjuran Rhoma Irama. Tetap saja usia pakai aki dianjurkan nggak lewat dari 2 tahun.

Mau awet muda? Edward Helmy punya ramuannya. “Namanya Battery Tip. Dijamin mampu memperpanjang usia aki hingga tiga kali lipat,” ujar Edward yang mengklaim komponen ini lebih murah dibanding harus sering beli aki selama 6 tahun.

Alat elektronik ini mampu mengurai korosi yang mengakibatkan elemen atau sel aki cepat rusak. Sekaligus juga membersihkan kerak di dasar aki. Prinsip kerjanya mirip Rust Evader. Alat pengurai karat di bodi mobil yang sinyalnya terpasang di beberapa sudut titik pemasangan. Makanya dengan alat ini sel-sel di aki bakal awet muda.

Keunggulan Battery Tip bukan cuma buat aki basah. “Segala macam jenis aki bisa aplikasi. Mulai dari basah, kering atau yang pakai gel pun nggak masalah. Terlebih buat motor balap yang masih adopsi aki dan berisiko alami turunnya tegangan,” lanjut Edward yang bisa dihubungi lewat telepon genggam untuk nego harga.

Cara pasang juga mudah. Cukup cantolkan dua kabel merah-hitam di Battery Tip ke aki yang terpasang di motor (gbr. 1). Untuk kabel merah ikat di terminal positif aki, sedang hitam ikat di terminal negatif. Baru deh cari posisi pas untuk nempelin obat awet muda aki ini. Coba, deh!

Yamaha Mio, Honda Vario, dan Suzuki Spin

Yamaha Mio, Honda Vario, dan Suzuki Spin, sekilas memang memiliki teknologi yang sama. Tapi, apakah kita akan mengambil salah satunya tanpa pertimbangan. Ada baiknya kita cermati ulasan perbandingan antara ketiganya berikut ini :

1. Yamaha Mio

Yamaha Mio Bisa dibilang Mio merupakan bintangnya motor matik di Indonesia. Bagaimana tidak sejak peluncurannya hingga saat ini, penjualan Mio mampu mendongkrak share penjualan Yamaha. Kehadirannya bahkan membuat sang kakak alias Nouvo menjadi kalah populer. Lucunya, meski diperuntukkan untuk kaum hawa, Mio terbukti laris manis dibeli para pejantan tangguh. Kalau mau jujur, Mio berhasil mengedukasi pasar dan membenamkan image bahwa motor matik oke-oke saja digunakan untuk aktivitas sehari-hari.

Kalaupun ada yang kurang dari sosok Mio adalah faktor tangki bahan bakar yang imut, sehingga membuatnya harus sering mampir ke pompa bensin. Kapasitas tangki Mio menurut buku manual ''cuma'' 3,7 liter — sama dengan bebek Honda. Masalahnya, motor matik cenderung boros karena membutuhkan putaran mesin yang cukup tinggi agar motor bisa bergerak — lebih tinggi dari motor bebek dan motor sport. Selain itu, penyakit bawaan Mio adalah bunyi tikus di sektor roda belakang.

Dari sisi mesin, Mio tidak menyodorkan sesuatu yang baru. Mio dikemas Yamaha dengan harga yang relatif terjangkau — masih di bawah bebek. Dilempar dengan dua varian pada umumnya: spoke wheel dan CW. Berhubung Mio memang si pelopor, wajar bila aksesori dan spare parts-nya bejibun di pasaran. Termasuk racing parts dan pola modifikasi yang bisa diterapkan konsumen pada Mio kesayangannya. Apalagi Yamaha pun membuka kontes modifikasi yang bikin Mio tambah banyak variasi modifikasinya. Dari sisi bengkel, mekanik Yamaha sudah duluan mengenal teknologi CVT sehingga tak perlu khawatir motor ini tidak bisa ''diurus'' oleh bengkel.

2. Honda Vario

Honda VarioYang satu ini sangat-sangat diwaspadai oleh Yamaha. Maklum, Vario memiliki segalanya untuk meluluhlantakkan dominasi Mio di pasar. Mengusung mesin tipe baru dengan radiator, namun memiliki cc yang lebih kecil di bawah Mio (108 cc). Dengan segala fitur baru yang ditawarkan plus nama besar Honda, pesona produk matik keluaran Honda ini membuatnya ngetop bahkan sebelum motor ini nampak wujudnya di Tanah Air. "Rasa Mio" sangat kental di Honda Vario ini, tetapi ada beberapa tambahan yang merupakan ciri khas Honda disertakan dalam produk matiknya yang pertama di Indonesia ini.

Dari sisi mesin, calon pembeli mesti waspada. Kendati nama besar, jaringan servis Honda tidak perlu diragukan, banyak pengalaman yang tidak mengenakkan setiap kali pabrikan me-launching motor dengan teknologi mesin baru. Ingat kasus MX? Ingat kasus Karisma? Di mana Honda merombak teknologinya dengan meluncurkan Karisma, seketika itu juga komplain bermunculan. Plus satu lagi, teknologi pendingin menggunakan radiator. Terima kasih kepada Yamaha yang sudah membuat konsumen panas-dingin dengan kasus tercampurnya oli dengan air radiator di MX. Waspada.

Diprediksikan nama besar Honda mampu melenyapkan image bahwa motor matik boros bahan bakar. Apalagi dengan cc mesin yang lebih kecil dari Mio, tampaknya Honda memang mengejar irit. Sayangnya, irit tidak lagi irit bila mengingat Honda Vario mengusung mesin baru dengan radiator. Penambahan fitur radiator memang hi-tech, tetapi sekaligus membuat ongkos perawatannya pun bertambah. Belum lagi, Honda terkenal dengan banyak kasus kelangkaan spareparts di pasar (NSR, Tiger, Karisma, Sonic). Hal yang kerap membuat konsumen frustrasi.

Dari sisi kesiapan mekanik, memang tidak perlu ragu. Dengan segala sumber daya yang dimiliki Honda, sanggup membuat mekanik di seluruh jaringan servisnya bisa menangani motor matik. Harga jual Honda memang tidak murah dan paling tinggi di antara pabrikan Jepang lainnya. Vario harganya hampir setara dengan motor bebek. Hal ini tentu bisa menjadi faktor penghambat penjualan Vario nantinya karena dianggap terlalu mahal. Pun begitu, nama besar Honda lagi-lagi sanggup menghipnotis konsumen sehingga label harga berapa pun asal ada logo sayap kepak, tentu bukan masalah.

3. Suzuki Spin

Suzuki Spin, standar, belum modifikasiDibanding kedua kompetitornya, keunggulan Spin cuma satu, kapasitas paling besar 125 cc. Lainnya tergolong biasa saja. Bentuknya juga lebih condong ke Mio. Dengan kapasitas 110 cc saja matik sudah terasa boros bila dibanding bebek, bagaimana bila 125 cc? Ini bisa jadi kelemahan sekaligus keuntungan Spin. Penggila kecepatan, tentu akan memilih Spin yang memiliki kapasitas terbesar.

Poin plus ada di masa servis yang ditawarkan Suzuki, tiga tahun free service dan ganti oli. Ini sangat menguntungkan di masa sulit seperti ini. Belum lagi soal servis dan garansi, Suzuki yang paling andal dari dulu. Berani sekali dan jadi pelopor di antara kompetitor lainnya. Jadi jika konsumen membeli Spin, tidak usah pusing memikirkan servisnya. Apalagi teknologi mesin Step masih sebelas dua belas dengan Shogun 125 series/Arashi seperti layaknya Mio dengan Vega series/Jupiter series. Tidak menggunakan radiator. Simpel.